Berita Industri
Rumah / Berita / Berita Industri / Apa saja dampak mogok saat menggunakan motor ebike gunung?
Buletin
HUBUNGI KAMI

Jangan ragu untuk mengirim pesan

+86 13806662915 KIRIM PESAN

Apa saja dampak mogok saat menggunakan motor ebike gunung?

Pada perlengkapan berkendara elektrik modern, kestabilan motor berhubungan langsung dengan keselamatan dan pengalaman berkendara pengendaranya. Fenomena motor mati tidak hanya menyebabkan pemadaman listrik sesaat, namun juga dapat menimbulkan bahaya keselamatan yang serius di medan yang rumit.

Risiko hilangnya kendali stabilitas dinamis
Akibat paling langsung dari matinya motor ebike gunung adalah terputusnya tenaga kendaraan sesaat. Saat pengendara melewati bagian kerikil dengan kecepatan 20km/jam, jika motor tiba-tiba mati, inersia kendaraan akan menyebabkan pusat gravitasi bergerak maju, dan beban pada garpu depan akan meningkat sebesar 30% hingga 50% seketika, yang akan sangat meningkatkan risiko roda depan tergelincir. Untuk model dengan motor yang dipasang di tengah, gangguan daya juga akan menyebabkan tarikan terbalik pada sistem transmisi, menyebabkan tegangan rantai turun lebih dari 60%, sehingga meningkatkan kemungkinan rantai keluar dari rel secara signifikan.
Pada kondisi berkendara di lereng yang curam, terhentinya kendaraan dapat menyebabkan kendaraan tergelincir ke belakang. Data percobaan menunjukkan bahwa ketika kemiringan melebihi 15°, kecepatan geser mundur kendaraan bisa mencapai 3-5km/jam setelah motor mati. Jika pengendara gagal mengaktifkan sistem parkir elektronik tepat waktu, kemungkinan besar akan menyebabkan tabrakan dari belakang. Selain itu, saat berkendara di malam hari, keterlambatan aktivasi lampu darurat akibat terhentinya kendaraan (waktu respons melebihi 0,5 detik) akan meningkatkan jarak pengereman sebesar 40%, sehingga secara signifikan meningkatkan kemungkinan kecelakaan sekunder.

Lonjakan tegangan mekanis pada sistem tenaga listrik
Dalam keadaan terhenti, komponen mekanis di dalamnya motor ebike gunung akan mengalami stres yang tidak normal. Untuk motor dengan mekanisme reduksi roda gigi planetary, gangguan daya akan menyebabkan permukaan penyatuan roda gigi berubah dari gesekan guling menjadi gesekan geser, dan tegangan kontak akan meningkat lebih dari 200%, yang sangat mungkin menyebabkan lubang pada permukaan gigi. Pada saat ini, sistem bantalan akan terkena beban tumbukan pada saat terhenti, dan nilai puncak beban radial dapat mencapai 3 hingga 5 kali nilai pengenal, sehingga mempercepat deformasi sangkar.
Pengontrol motor juga menghadapi tantangan sengatan arus ketika mati. Ketika pengendara terus mengayuh dan motor gagal mengeluarkan output, pengontrol perlu menangani efek superposisi gaya gerak listrik balik dan arus penggerak, dan puncak arus sesaat dapat mencapai 150% dari nilai pengenal. Kondisi pengoperasian yang tidak normal ini akan menyebabkan suhu sambungan modul IGBT meningkat 40 hingga 60°C, sehingga memperpendek masa pakai perangkat listrik.

Kegagalan sistem pendingin dalam dimensi termodinamika
Dalam keadaan mati, sistem manajemen termal motor ebike gunung mengalami pengujian yang berat. Dalam kondisi kerja normal, kenaikan suhu belitan stator motor harus dikontrol dalam 85℃, tetapi dalam kondisi terhenti, efek pendinginan ventilasi berkurang sebesar 70%, mengakibatkan peningkatan laju kenaikan suhu tiga kali lipat. Data pengukuran motor merek tertentu menunjukkan bahwa penghentian terus menerus selama 30 detik akan menyebabkan suhu stator melebihi nilai kritis 120℃, sehingga menyebabkan demagnetisasi magnet yang tidak dapat diubah.
Baterai berada di bawah tekanan ganda dalam kondisi mati. Di satu sisi, tarikan balik motor menyebabkan baterai terus-menerus habis, dan status pengisian daya (SOC) menurun dengan kecepatan 0,5%/detik; di sisi lain, lingkungan bersuhu tinggi mempercepat peningkatan resistansi internal baterai. Ketika resistansi internal melebihi 150% dari nilai awal, daya keluaran baterai akan berkurang lebih dari 40%. Efek kopling termal-listrik ini dapat menyebabkan risiko hilangnya panas baterai, sehingga menimbulkan bahaya keselamatan yang besar bagi pengendara.

Perambatan kesalahan sistem kontrol elektronik
Kegagalan kios seringkali memicu reaksi berantai pada sistem elektronik. Dalam keadaan terhenti, kehilangan paket data dapat terjadi pada komunikasi bus CAN. Eksperimen menunjukkan bahwa ketika kecepatan motor berfluktuasi lebih dari ±20%, tingkat kesalahan bit bus akan meningkat menjadi 0,1%, yang akan menyebabkan penundaan atau kesalahan informasi pada tampilan dasbor. Selain itu, sinyal throttle rentan terhadap interferensi elektromagnetik dalam kondisi terhenti. Dalam uji stall, model motor tertentu mengalami fenomena abnormal dimana keluaran tenaga berkorelasi terbalik dengan gaya pedal.
Untuk model yang dilengkapi dengan sistem pemulihan energi, kemacetan juga dapat menyebabkan tegangan berlebih saat pengisian terbalik. Ketika kecepatan motor ebike gunung turun tajam, peningkatan gaya gerak listrik belakang akan berdampak signifikan pada stabilitas sistem, sehingga mempengaruhi keselamatan berkendara secara keseluruhan.