Berita Industri
Rumah / Berita / Berita Industri / Bagaimana E-City Bike Motor dapat meningkatkan efisiensi berkendara Anda?
Buletin
HUBUNGI KAMI

Jangan ragu untuk mengirim pesan

+86 13806662915 KIRIM PESAN

Bagaimana E-City Bike Motor dapat meningkatkan efisiensi berkendara Anda?

Bantuan tenaga cerdas: menjadikan berkendara sebagai perpanjangan dari "integrasi manusia dan kendaraan"
Daya saing inti dari Motor Sepeda E-City terletak pada kerja kolaboratif sensor torsi dan algoritma cerdasnya. Sepeda listrik tradisional sering kali memiliki pengalaman berkendara yang terfragmentasi karena intervensi yang tertunda atau bantuan daya yang tidak merata, sedangkan motor generasi baru menggunakan sensor presisi tinggi (frekuensi pengambilan sampel dapat mencapai 1000 kali/detik) untuk menangkap perubahan irama, torsi, dan kemiringan secara real time, dan kemudian secara dinamis menyesuaikan output bantuan daya dalam kombinasi dengan database skenario berkendara bawaan (seperti mode "jalan kota" dan "mendaki gunung" yang telah ditentukan sebelumnya). Misalnya saat menghadapi tanjakan 3%, motor tidak langsung menghidupkan torsi maksimal, melainkan menguji niat pengendara terlebih dahulu dengan bantuan tenaga 20%. Jika irama terus menurun, power assist akan ditingkatkan secara bertahap hingga 80% untuk menghindari "perasaan tiba-tiba". Teknologi "bantuan daya progresif" ini memungkinkan pengendara untuk berakselerasi, menanjak, atau melawan angin tanpa harus sering berpindah gigi, dan aktivitas fisik berkurang lebih dari 60% dibandingkan dengan sepeda tradisional, sehingga cocok untuk jalanan perkotaan yang padat yang memerlukan seringnya start dan stop. Data pengujian sebenarnya menunjukkan bahwa dalam perjalanan 10 kilometer, detak jantung puncak pengendara yang dilengkapi motor tersebut berkurang 15%-20%, dan kelelahan otot berkurang 40%, benar-benar mencapai "berkendara jauh tanpa tenaga".

Torsi tinggi dan respons instan: mendefinisikan ulang kecepatan berkendara di perkotaan
Dalam perjalanan perkotaan, memulai dari lampu lalu lintas dan memanjat jembatan adalah “pembunuh tak terlihat” efisiensi. E-City Bike Motor mencapai karakteristik keluaran kecepatan rendah dan torsi tinggi melalui desain motor yang dipasang di tengah atau motor hub berperforma tinggi. Mengambil contoh motor Bosch Performance Line CX, torsi puncaknya dapat mencapai 85N·m, dan lebih dari 90% torsi dapat dilepaskan pada rentang kecepatan rendah (0-15km/jam), yang berarti ketika kendaraan mulai diam, motor dapat langsung memberikan lebih dari 3 kali tenaga mengayuh penuh pengendara. Dengan daya terukur 250W, kendaraan dapat berakselerasi dari keadaan diam hingga 25km/jam dalam 3 detik (sesuai dengan batasan peraturan UE), yang 2-3 kali lebih efisien dibandingkan sepeda biasa. Motor mengoptimalkan rasio gigi (seperti menggunakan rentang rasio gigi lebar 14T-28T), memungkinkan pengendara mempertahankan frekuensi mengayuh sekaligus mengurangi gaya mengayuh. Apalagi saat mendaki, tanjakan terjal (seperti kemiringan 8%) yang semula mengharuskan sepeda berdiri dan mengayun kini dapat dengan mudah dilalui hanya dengan duduk dan mengayuh, sehingga mempersingkat waktu perjalanan sebesar 10%-15%.

Pemulihan energi: Jadikan lereng sebagai "stasiun pengisian daya tersembunyi"
Pada sepeda listrik tradisional, energi kinetik saat menuruni bukit atau mengerem sering kali terbuang dalam bentuk energi panas, sedangkan E-City Bike Motor generasi baru mengubah hubungan ini menjadi peningkatan ketahanan dengan mengintegrasikan sistem pemulihan energi kinetik (KERS). Ketika pengendara melambat atau menuruni bukit, motor secara otomatis beralih ke mode generator, mengubah energi kinetik putaran roda menjadi energi listrik dan mengisinya kembali ke baterai. Mengambil contoh sistem DJI Avinox, efisiensi pemulihan energinya dapat mencapai 15%-20%, yang setara dengan tambahan daya tahan 5-8 kilometer dalam perjalanan sehari-hari. Teknologi ini sangat cocok untuk kota dengan banyak kemiringan (seperti San Francisco dan Lisbon). Pengukuran aktual menunjukkan bahwa pada rute dengan kemiringan rata-rata 5%, sistem pemulihan energi dapat memperpanjang masa pakai baterai sebesar 12%-18%, sehingga mengurangi frekuensi pengisian daya harian. Proses pemulihan energi tidak memerlukan pengoperasian tambahan oleh pengendara. Sistem secara otomatis menentukan intensitas pemulihan melalui suatu algoritma (seperti pemulihan ringan untuk lereng landai di jalan datar dan pemulihan kuat untuk lereng curam), memastikan keseimbangan antara kenyamanan berkendara dan efisiensi energi.

Desain ringan dan kompak: memecahkan kontradiksi antara "kekuatan dan berat"
Sepeda listrik tradisional sering kali sulit dikendalikan karena ukurannya yang besar dan bobot motor yang berat (umumnya di atas 5kg), sedangkan E-City Bike Motor generasi baru telah mencapai terobosan dalam "ukuran kecil, energi tinggi" melalui inovasi material dan optimalisasi struktural. Misalnya, motor ultra-tipis yang dipasang di tengah yang diluncurkan oleh Tianteng Power hanya memiliki tebal 12cm dan berat 2,8kg (40% lebih ringan dari generasi sebelumnya), namun dapat menghasilkan torsi 90N·m. Peningkatan ini disebabkan oleh tiga teknologi inti:
Cangkang cetakan satu bagian paduan magnesium-aluminium: 30% lebih ringan dari paduan aluminium tradisional, sekaligus meningkatkan efisiensi pembuangan panas;
Peredam roda gigi planet: Dengan mengoptimalkan modulus roda gigi dan bentuk gigi, volume dikurangi dengan tetap menjaga efisiensi transmisi;
Teknologi motor DC tanpa sikat (BLDC): Desain belitan terdistribusi diadopsi untuk mengurangi kehilangan tembaga dan kehilangan besi.
Desainnya yang ringan menjaga bobot keseluruhan kendaraan (termasuk baterai) dalam kisaran 18-22kg, yang tidak hanya memastikan keluaran tenaga tetapi juga meningkatkan fleksibilitas. Misalnya, saat berpindah jalur di jalan sempit atau parkir di samping stasiun kereta bawah tanah yang ramai, bodi yang ringan dapat mengurangi torsi kontrol sebesar 30%, yang cocok untuk wanita atau pengendara dengan kekuatan fisik yang lebih lemah.